BUKAN SEMBARANG TEMPAT WISATA, WADUK PACAL MERUPAKAN SUMBER KEMASLAHATAN UMAT DI 4 KECAMATAN

Minggu, 20 Januari 2019 juga merupakan hari yang dinanti nanti oleh mahasiswa KKN kelompok 53. Di hari itu, kelompok mahasiswa KKN pergi ke waduk pacal dengan di temani oleh pak Kasun Dusun Tretes, yaitu Pak Damprih. Kehadiran mahasiswa KKN disambut hebat dan antusias oleh Tim dari Waduk Pacal, di sana mahasiswa KKN di sajikan pada selembarr kertas putih panjang yang bergaris untuk mengisi daftar hadir tamu. Setelah itu, bersama tim waduk pacal, pak kasun dan mahasiswa KKN menuju area waduk sembari sedikit dan perlahan berhenti untuk berfoto ria. Sampai di tepi waduk, semuanya duduk di atas tanggul yang menjulang tinggi dan kokoh sembari mendengarkan penjelasan Pak Damprih (Kasun dusun Tretes) mengenai ketinggian menara yang pada saat itu tinggi air mencapai kurang lebih 80 m. waduk yang mulai beroperasi pada tahun 1933 ini masih terlihat kokoh, indah hingga menawan hati. Bersama-sama tim dan mahasiswa KKN memasuki menara yang bertuliskan 1933 itu. Bukan sembarang orang yang boleh memasuki wilayah menara ini, karena memang aset ini sangatlah penting dan benar benar terjaga. Saat berada dalam menara tersebut, penjelasan demi penjelasan diberikan kepada mahasiswa KKN. Sungguh keren dan takjub sekali dengan bangunan kokoh menara itu yang mampu mengatur siklus air yang akan dialirkan ke sungai sungai lainnya.

Mahasiswa KKN diajarkan oleh tim penjaga waduk untuk mengukur ketinggian air setelah hujan menggunakan alat pengukur, dimana untuk menuju alat tersebut kami harus terlebih dahulu menuruni tangga kecil yang cukup curam dan sangat panjang dan di kelilingi oleh tanggul yang membentang tinggi di sekitar sungai. Banyak pengalaman baru yang di bagikan tim Waduk Pacal yang di berikan kepada Mahasiswa KKN. waktu pun berlalu, setelah lama semua tim memperkenalkan diri satu persatu-persatu karena terlalu bersemangat dan sangat antusias menjelajahi menara Waduk Pacal kami semua lupa tidak berkenalan dengan tim petugas Waduk Pacal, kemudian kami semua berbincang-bincang ringan di tempat duduk yang tersedia depan menara Waduk Pacal dan saling memperkenalkan diri dilanjutkan dengan membahas banyak hal.

 Waktu berlalu dan matahari semakin membakar diri, kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah warung dekat Waduk Pacal sembari melepas penat sebelum kembali pulang. Dari perjalanan yang kita tempuh dalam kurun setengah hari tersebut, kami mendapatkan berbagai macam pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, bahwa segala sesuatu yang kita harapkan bersama tidak akan tercapai tanpa adanya kebersamaan yang meliputinya.

_DSC0712.JPG

Updated: 19 Maret 2019 — 9:19 am