MAHASISWA KKN TRANSFORMATIF UIN SUNAN AMPEL SURABAYA MENGADAKAN LOMBA ADZAN DAN TARTIL UNTUK ANAK TPQ DESA KEDUNGSUMBER

MAHASISWA KKN TRANSFORMATIF UIN SUNAN AMPEL SURABAYA MENGADAKAN LOMBA ADZAN DAN TARTIL UNTUK ANAK TPQ DESA KEDUNGSUMBER

Hari Minggu yang istimewa bagi adik-adik Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) se Desa Kedungsumber. Hari ini  04 Februari 2018, Mahasiswa KKN Transformatif UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan kegiatan Lomba Adzan dan Tartil untuk anak TPQ se-Desa Kedungsumber.

Lomba ini marupakan salah satu agenda tambahan dari progam yang telah dicanangkan teman-teman KKN Transformatif kelompok Lima Puluh Satu. Lomba dilaksanakan di Balai Desa Kedungsumber dengan dihadiri oleh beberapa aparatur desa dan Ustadz serta ustadzah masing-masing TPQ. Setiap TPQ yang ada di Desa Kedungsumber mendelegasikan dua santri terbaiknya untuk mengikuti lomba adzan dan tartil.

Lomba yang dilaksanakan pukul 09:00 WIB tepat ternyata bukan menjadi patokan bagi adik-adik peserta lomba untuk datang terlambat. Banyak dari mereka yang pukul 08:00 WIB sudah berada di Balai Desa hanya untuk bermain dengan teman-teman yang lain atau juga belajar. Riana selaku Penanggung Jawab dari kegiatan Lomba Anak Islami ini mengatakan bahwa lomba ini diadakan untuk memacu belajar adik-adik TPQ. Selain itu juga untuk menyaring adik-adik yang memiliki bakat di bidang Adzan dan Tartil.

“Saya sangat senang lomba ini dapat berjalan dengan lancar, meskipun terlihat mendadak. Saya juga berharap bahwa adik-adik yang mengikuti lomba ini dapat mengambil hikmah dengan diadakanya sebuah kompitisi, sebuah kompetisi pasti akan menemukan siapa yang terbaik menjadi pemenang dan bukan berarti yang tidak mendapatkan juara dia bukan yang terbaik. Melainkan mereka sudah yang terbaik di TPQ masing-masing. Dan juga harapan saya ini akan memacu motivasi belajar adik-adik yang lain”. Paparnya.

Selain itu inisiasi diadakanya lomba ini juga untuk menumbuhkan sifat pemberani anak. Dengan diadakanya lomba ini anak akan terpacu untuk menunjukkan kemampuanya di depan umum. Terkadang adik-adik akan takut dan malu ketika harus menampilkan bakat yang dimilikinya di hadapan publik dan cenderung untuk memendam bakat tersebut. Mengutip pendapat Nelson Mandela Pengacara, politikus dari tempur anti-apartheid Afrika Selatan 1918-2013 beliau mengatakan “I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear”. Jikalau diartikan kedalam Bahasa Indonesia memiliki arti “Saya belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan. Tetapi mereka berhasil menang atas itu. Orang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut, tapi mereka yang bisa menaklukkan rasa takut itu”. Dengan demikian diharapkan rasa takut akan sedikit terkikis dengan diadakanya lomba tersebut, sehingga potensi yang dimiliki adik-adik dapat tereksplor lebih banyak lagi.

Lomba yang dimulai pukul 09:00 WIB tepat tersebut menghasilkan beberapa juara, antara lain: Juara 1 Lomba Adzan diraih oleh Danu dari TPQ Dusun Sugihan, Juara 2 Puja dari TPQ Dusun Tretes, Jura 3 terdapat dua orang pemenang dengan perolehan nilai yang sama yakni Rizal dari TPQ Dusun Krajan dan Rado dari TPQ Dusun Kricak. Sedangkan loma Tartil Juara 1 diraih oleh Fuad dari TPQ Dusun Sugihan, Juara 2 Diah dari TPQ Dusun Tretes, dan juara 3 diraih oleh Hanik dari TPQ Dusun Tretes.

Berdasarkan dari perolehan juara tersebut Dusun Tretes menjadi yang terbanyak menbawa piala, yakni dengan 3 piala. Kedua Dusun Sugihan dengan 2 piala juara 1 dan ketiga didapatkan oleh Dusun Krajan dan Dusun Kricak dengan msing-masing 1 piala. Rencana hadiah akan diberikan pada saat penutupan tanggal 12 Februari 2018 di Balai Desa Kedungsumber.

Updated: 5 Februari 2018 — 10:14 pm