IBU-IBU PKK DESA KEDUNGSUMBER ANTUSIAS MENGIKUTI LOMBA KREASI TUMPENG YANG DIADAKAN OLEH MAHASISWA KKN TRANSFORMATIF UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

IBU-IBU PKK DESA KEDUNGSUMBER ANTUSIAS MENGIKUTI LOMBA KREASI TUMPENG YANG DIADAKAN OLEH MAHASISWA KKN TRANSFORMATIF UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Lain lubuk lain pula ikanya, itulah kiranya yang dapat diungkapkan untuk menggambarkan kegiatan ini. Kalimat kutipan ini biasanya digunakan oleh politikus untuk mengotak-atik materi perundang-undangan atau bahkan kebijakan yang cenderung berpihak pada kepemimpinanya.

Namun hal ini berbeda dengan kegiatan Kreasi Tumpeng Ibu-ibu PKK Desa Kedungsumber. Awalnya lomba Kreasi Tumpeng ini tidak ada, namun adanya adalah lomba masak Ibu-ibu PKK Desa Kedungsumber. Namun karena dirasa cukup merepotkan teman-teman KKN untuk menyiapkan perlengkapan, maka lomba selanjutnya diusulkan diganti dengan Kreasi Tumpeng.

Lomba yang dijadwalkan pukul 11:00 WIB ini berjalan dengan lancar, meskipun terdapat beberapa kendala karena adanya miskomunikasi. Namun Alhamdulillah dengan dukungan dari berbagai pihak kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Lomba Kreasi Tumpeng ini dilaksanakan di Balai Desa Kedungsumber dengan masing-masing Dukuhan mengirimkan satu Kreasi Tumpeng terbaiknya untuk dilombakan.

Sebelum perlombaan dimulai dengan presentasi dari masing-masing Tumpeng, Ibu Kardi selaku Ketua Ibu-ibu PKK memberikan sambutan serta arahan kepada teman-teman KKN Transformatif dan dilanjutkan dengan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutanya beliau mengingatkan kepada kami semua makna terkait dengan perlombaan ini. “Lomba Kreasi Tumpeng ini bukan berarti hanya aneka menu yang tersajikan di tudung melainkan bagaimana kita bisa mengeksplorasi hasil kekayaan alam kita menjadi sebuah sajian yang istimewa. Beliau juga mengingatkan kepada kami untuk selalu dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena dengan izinya kita bisa berkumpul dalam kegiatan Perlombaan Kreasi Tumpng ini”, ungkapnya.

Perlombaan berjalan dengan seru dan menarik, masing-masing dari Dukuhan menyampaikan dengan antusias dan berharap juri dapat berpihak kepada masakanya. Dusun Tretes yang keluar sebagai juara 1 memberikan nama tumpengnya dengan istilah “Tumpeng Waduk Pacal”, nama tumpeng ini diambil dari salah satu tempat wisata yang berada di Dusun Tersebut. Dengan kreasinya tumpeng ini dipenuhi dengan ikan-ikan kali yang diperoleh dari waduk tersebut.

Yang menjadi juri dalam perlombaan ini adalah dua mahasiswa KKN Transformatif dan Ibu Kardi selaku Ketua Ibu-ibu PKK. Protes pun datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Ibu Kardi. Beliau mengatakan bahwa rasanya tidak adil ketika saya yang menjadi Juri dalam perlombaan ini, karena saya juga mewakili dari Dusun Sugihan. Namun setelah terdapat permintaan oleh Rachmat Agung Saputra selaku penanggung jawab kegiatan tersebut beliaupun menyanggupi. Mahasiswa Ilmu Kelautan tersebut meminta Ibu Kardi memposisikan dirinya sebagai Ketua PKK dan Ibu Kepala Desa, sehingga Ibu Kardi memiliki tanggung jawab dan amanah untuk memberikan yang terbaik untuk seluruh Dusun yang ia pimpin.

Terlepas dari hal tersebut yang keluar sebagai Juara 2 adalah Tumpeng Kali Soko (Dusun Sugihan), Juara 3 Tumpeng Kerukunan dan Keraganan (Dusun Kricak, dan Harapan 1 Tumpeng Gunung Pilling (Dusun Krajan). Seusai perlombaan selesai, kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan makan besar.

Updated: 5 Februari 2018 — 10:43 pm