BEKAL SOFT SKILL DAN PERCAYA DIRI CALON PEMUDA-PEMUDI DESA KEDUNGSUMBER MELALUI LOMBA SHOLAWAT NABI

Menjadi bagian masyarakat Desa Kedungsumber selama sebulan, kami Kelompok Kerja Nyata (KKN) 53  Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya diharuskan mengabdi dan memberi apa yang dapat kami berikan sebagai bentuk partisipasi yang bermanfaat. Oleh karena itu, berbagai kegiatan serta program kerja kami rencanakan dan laksanakan. Salah satunya adalah rentetan acara lomba yang diadakan maraton selama 3 hari. Dimulai dari hari Senin hingga Minggu dan puncaknya adalah saat penutupan pada 11 Februari 2019.

Lomba sholawat adalah salah satu lomba yang kami adakan bersamaan dengan lomba cerdas cermat, yaitu pada tanggal 5 Februari 2019. Nur Amalina ditunjuk menjadi koordinator lomba ini. Dimulai tepat pukul 2 siang. Ruangan pertama yang akan kita gunakan seharusnya di pendopo balai desa, namun waktu itu ternyata ada kumpulan ibu-ibu PKK. Jadi, kami menggunakan ruangan semula yang digunakan cerdas cermat agama. Menata ulang kembali, menggelar karpet dan menata meja ruangan yang akan ditempati. Sebagian kawan-kawan KKN ada yang bertugas menjemput peserta 30 menit sebelum acara dimulai, mulai dari yang terdekat yaitu Dusun Krajan, Kricak, Tretes, hingga yang terjauh yaitu Dusun Sugihan. Setelah semua peserta tiba dan acara siap dimulai, listrik tiba-tiba padam. Hal itu tentu lumayan menghambat jalannya acara ini karena nyawa dari lomba ini adalah  penggunaan microphone agar suara vokal dan alat musik terdengar dengan jelas. Namun, hal itu tidak membuat acara lomba kami terhenti. Walaupun harus di dalam ruangan dan listrik padam yang otomatis tidak ada listrik dan tidak bisa menghidupkan kipas angin, kami tetap maju. Lomba dibuka oleh kawan kami Sinta Andini sebagai MC. Selang beberapa menit lomba dibuka, mendung dan hujan deras turun. Namun, itu juga bukan halangan untuk melanjutkan lomba ini.

Sebelum peserta menampilkan sholawat, Aida sebagai time keeper menjelaskan peraturan, yaitu apabila kertas kuning diangkat berati tanda bahwa penampilan peserta telah mencapai 8 menit dari 10 menit waktu yang disediakan, dan apabila kertas pink yang diangkat berarti waktu telah habis.

Terdapat 3 peserta, yaitu dari Dusun Tretes yang mendapat nomor urut maju pertama, yang kedua adalah dari Dusun Sugihan, dan terakhir adalah Dusun Krajan. Dusun Kricak saja yang tidak mengeluarkan perwakilan lomba sholawat ini. Dusun Tretes menampilkan dua lagu, yaitu Yaa ‘Asyiqol dan Kidung Jawa. Alat yang mereka bawa sangatlah kreatif, yaitu tempat bekas cat dan galon sebagai tabuhan, trampolin, dan botol kaca juga dijadikan pelengkap. Nomor urut dua membawakan lagu Sholatum dan Yaa ‘Asyiqol. Mereka membawa alat terbangan. Urutan ketiga menampilkan hanya satu lagu yaitu Roqqot ‘Aina. Kelompok ini juga membawa terbangan.

Acara ini berjalan dengan lancar dan khidmat diiringi dengan suara hujan, hingga membuat juri (Bima, Rizka, dan Nafa)  harus benar-benar fokus untuk menilai. Di dalam ruangan ada juga penotnon selain peserta dan kawan-kawan KKN, yaitu ibu-ibu PKK. Semua peserta telah tampil dan juri telah menilai. Pukul 3 acara sudah selesai dilaksanakan, dan hujan juga reda. Acara berjalan dengan lancar pengumuman pemenang lomba diumumkan langsung saat itu karena pada saat penutupan pemenangnya akan ditampilkan. Juara 1 adalqh dari Dusun Sugihan, kedua dari Dusun Krajan, dan Tretes menempati urutan ketiga. Acara lomba ini terlaksana dengan lancar dan penuh antusias dari peserta. Adanya lomba ini, KKN 53 berharap kepercayaan diri calon pemuda-pemudi semakin meningkat melalui kegiatan positif yaitu lantunan sholawat Nabi. Sekaligus menjadi soft skill yang akan diperlukan kapan saja dan dimana saja.

Updated: 10 Maret 2019 — 10:05 pm